Dibuka, Sidang Praperadilan PT KDH Kembali Digelar Besok

Karimun Silabusnews.com – Sidang praperadilan pertama yang diajukan oleh kuasa hukum kedua tersangka Mantan Direktur Utama dan Direksi PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) Karimun, Andry Ermawan atas status tersangkanya dalam kasus atas dugaan tidak melakukan pembayaran Iuran BPJS yang dipimpin oleh hakim tunggal praperadilan Antoni Trivolta S.H dibuka di Pengadilan Negeri Karimun.

“Sidang dibuka dan dinyatakan untuk umum,” kata Hakim Antoni Trivolta SH di ruang sidang Cakra PN Karimun , Selasa (5/11/2019) pukul 13:00 Wib.

Setelah membuka, Hakim Antoni Trivolta SH menanyakan kepada kedua belah pihak baik pemohon terdakwa kasus dugaan tidak melakukan pembayaran Iuran BPJS
yang diwakilkan oleh kuasa hukumnya Andry Ermawan. Dan pihak termohon yaitu ( Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau apakah nantinya akan menyerahkan kesimpulan dari sidang praperadilan ini.

Diketahui bahwa Sidang putusan Praperadilan terkait putusan Pailit PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) Karimun, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Kuasa hukum Indra Gunawan, Mantan Direktur Utama dan Muhammad Yusuf Mantan Direksi PT KDH Andry Ermawan mengatakan, tidak terima atas kliennya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik PNS Disnakertrans Kepulauan Riau, kata Andry.

Menurutnya, Pemberhentian keduanya berdasarkan RUPS luar biasa PT KDH akte nomor 61 tertanggal 6 Maret 2019.

” Dengan begitu kata Andry, persoalan PT KDH bukan menjadi tanggungjawab kliennya”, jelasnya.

Sementara itu , Disnakertrans Provinsi kepulauan Riau , Ria Isweti selaku termohon mengatakan, meminta waktu satu hari untuk mempersiapkan berkas yang diminta oleh penggugat kepada majelis hakim, ungkapnya.

Tak lama setelah itu Hakim Antoni Trivolta SH pun kembali mengatakan sidang akan digelar kembali ,Rabu,6 / 11 / 2019.

( Mes)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.