oleh

Bendahara Diminta Berbohong Terkait Laporan Keuangan

Oknum H, Kepala Sekolah yang diduga melakukan penggelapan dana PIP, Selasa 12/04/2022 (Foto Novi)

Silabusnews.com, Kubu Raya – Polemik dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diduga telah dilakukan penggelapan oleh oknum H, yang merupakan kepala sekolah SMA N 2 Sui Bemban – Desa Sui Bemban – Kecamatan Kubu – Kabupaten Kubu Raya kini mulai ramai dan hangat diperbincangkan oleh orangtua murid bahkan warga masyarakat.

Kali ini, Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 2 Sui Bemban – Desa Sui Bemban – Kecamatan Kubu – Kabupaten Kubu Raya Samsuni saat di temui di kediamannya mulai angkat suara, Sabtu (09/04/2022)

“Terkait dana PIP; sebelumnya memang ada orang tua murid yang datang kerumah, bukannya saya tidak respon, akan tetapi pada waktu itu saya tidak pernah di beritahukan dari pihak sekolah,” jelasnya.

“Jadi, pada waktu itu juga ada undangan rapat bersama orang tua murid, dan dalam rapat tersebut suasananya agak memanas, dan saya pernah menawarkan solusi kepada orang tua murid dari 45 siswa, terkait apa yang di sampaikan oleh pihak sekolah, tapi mereka tidak puas,” paparnya.

Samsuni, Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 2 Sui Bemban – Desa Sui Bemban – Kecamatan Kubu – Kabupaten Kubu Raya, Sabtu 09/04/2022 (Foto Novi)

“Solusi yang saya tawarkan yaitu, agar pergi bersama-sama kepihak bank, yaitu perwakilan orang tua murid, dan dari pihak sekolah, saya minta untuk mendampingi,” jelasnya.

“Ketika saya tawarkan solusi tersebut, pihak orang tua murid tidak berminat, dan sampai sekarang tidak ada keputusannya.” rincinya.

“Jadi dari 45 siswa yang ada pada saat itu ada 3 siswa Dana PIP nya yang keluar, setelah itu berselang kurang lebih 2 Minggu Dana PIP itu keluar lagi 13 orang. Dan itu saya ada diberitahukan semuanya, karena itu diperlukan tanda tangan ketua komite,” jelasnya.

“Saya tidak tahu, apakah dari 16 orang siswa tersebut merupakan bagian dari 45 siswa tersebut, atau muncul nama lain lagi. Dan selepas itu sudah tidak ada lagi hingga saat ini, dalam hal ini saya diberitahukan oleh bendahara sekolah Zein, beliau datang ke rumah saya,” jelasnya.

“Jadi dana yang cair dari 16 siswa tersebut itu, merupakan anggaran tahun 2021, murid yang langsung pergi mengambil Ke Bank dan di dampingi oleh pihak sekolah.,” imbuhnya.

Dan untuk anggaran PIP tahun 2020 saya tidak tahu dikarenakan pada tahun 2020-2021 itu kita masih dalam keadaan pandemi dan sekolah tidak melakukan tatap muka,” terangnya

Dan saya perjelas kembali untuk dana PIP yang keluar pada saat ini apakah itu tahun anggaran 2021 atau tahun 2022 saya tidak tahu di karenakan pada saat rapat nama – nama tersebut tidak timbul di list nama – nama penerima, kita cuma diberitahukan hanya sekian orang.

“Dan terkait dana afirmasi yang di belikan perangkat keperluan sekolah, seperti laptop tablet komputer dan lain sebagainya itu saya juga tidak mengetahui dari dahulu”. ujarnya

Di tempat terpisah Zein irfan saat di konfirmasi melalui saluran WA, membenarkan pernyataan dariĀ  HM mengenai pengunduran diri saya., Selasa 12/04/2022

“Laporan keuangan itu kan harus transparan, namun saya itu dilarang untuk menyebarkan laporan keuangan sekolah kepada siapapun,” ketusnya.

“Dan saya diminta untuk mengamankan, kalau ada timbul pertanyaan-pertanyaan baik dari dinas atau pihak lain yang bertanya tentang keadaan keuangan sekolah, jadi intinya saya disuruh bohong,” pungkasnya.

Novi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.