oleh

Ansar Ahmad Safari Ramadhan ke Masjid Jami’ At Taqwa Belakang Padang

-Batam, Berita, Kepri-130 Dilihat

Ansar Ahmad menyampaikan sambutannya pada saat safari ramadhan ke Masjid Jami’ At Taqwa Belakang Padang, Jum’at, 15/04/2022 ( Foto Diskominfo Kepri)

Silabusnews.com, Batam – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, mengajak masyarakat untuk jadikan Bulan Ramadhan sebagai bulan “training centre”. Dimana di bulan yang sangat penting bagi umat muslim ini dijadikan sebagai sarana melatih iman dan taqwa terhadap Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ansar saat safari ramadhan di malam ke 13 Ramadhan 1443 H / 2022 M, di Masjid Jami’ At Taqwa Kecamatan Belakang Padang, Batam, yang juga dihadiri Staf Khusus, Staf Ahli, Para Kepala OPD Pemprov Kepri, pemuka agama, tokoh masyarakat dan masyarakat Kecamatan Belakang Padang, Jumat (15/04/2022) malam.

Menurutnya, Bulan Ramadhan sebagai momentum melatih iman dan taqwa, sejauh mana setiap umat muslim mendapatkan hasil yang baik, insya Allah akan menjadi insan bertaqwa.

“Dimana hasil dari latihan-latihan itu kita terapkan di bulan-bulan berikutnya, sehingga kita kualitas iman dan taqwa kita tetap terjaga” imbuhnya.

Seperti safari ramadhan pada malam-malam sebelumnya, pada kesempatan itu Gubernur Ansar juga memaparkan beberapa progres program Pemprov Kepri di tahun 2022 ini. Seperti pengembangan rumah singgah di Jakarta, program bantuan pinjaman tanpa bunga bagi UMKM, serta bantuan bagi pendidikan siswa SMA/SMK dan SLB serta bagi mahasiswa.

“Kita juga telah menempatkan 50 ustad di daerah-daerah hinterland yang dikontrak selama setahun. Kita tempatkan di pulau terpencil dimana satu Kabupaten kita tempatkan 7 atau 8 orang. Dengan tujuan membangun semangat dan optimisme masyarakat menjaga akidah dan iman. Juga untuk mendata masjid di pulau terpencil yang kondisinya memprihatinkan sebagai prioritas penerima bantuan hibah,” ujarnya.

Terakhir, Gubernur menghimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama, saling menolong dalam kesulitan.

“Kita masih berada di situasi yang sulit dimana keterpurukan akibat pandemi Covid-19, banyak penyakit psikologis yang menerpa masyarakat seperti keputusasaan, depresi dan lainnya. Untuk itu kepedulian sesama menjadi yang terpenting dalam membangun optimisme memulihkan keadaan ini,” pungkasnya.

*/P

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.