Akibat Ulah Oknum Atasnamakan Warga, Masa Ngamuk Dan Rusak Barang Milik PT. SRM

Masa dari 4 Desa Memasuki Areal Perusahaan PT. SRM. (Foto : Ali, Silabusnews.com) 

Silabusnews.com,Ketapang – Masyarakat dari 4 desa di Kecamatan Tumbang Titi Spontan memasuki Areal Perusahaan Pertambangan milik PT. Sultan Rafli Mandiri(PT. SRM) yang terletak di Dusun Muatan Batu, Desa Nanga Kelampai, Kecamatan Tumbang Titi, Kamis (17/09/2020).

Masyarakat dari empat Desa (Kelampai, Jungkal, Pemuatan Jaya dan Segar Wangi) melakukan aksi lantaran tidak terima adanya spanduk yang dipasang dalam lingkungan perusahaan yang menyatakan dukungan dari warga empat desa tersebut untuk pengoperasian kembali perusahaan yang sempat berhenti pasca didemo sejumlah masyarakat pada akhir bulan Agustus lalu.

Masyarakat yang merasa kesal menerobos masuk secara paksa ke dalam Perusahaan dengan merusak pintu gerbang Perusahaan.

Suasana mencekam karena emosi masa yang telah terbakar, kemudian melakukan sweping ke dalam perusahaan dan barak karyawan serta sejumlah masa sempat merusak beberapa barang milik perusaan dan memecahkan kaca.

Suasana bertambah panas ketika didapati ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berada dalam camp karyawan. Sehingga keributan tak dapat dielakkan, sejumlah aparat Kepolisian yang berada di lokasi tidak dapat berbuat banyak saat massa mengamuk. Bahkan beberapa TKA yang ditemui sempat menjadi bulan-bulanan warga dan dipukuli hingga berdarah, sebagian dari TKA ada juga yang melarikan diri ke dalam hutan, yang kemudian dievakuasi oleh aparat Kepolisian dengan menggunakan beberapa unit truk.

Hasil konfirmasi Awak media dengan salah satu warga Desa Muatan Jaya menuturkan, bahwa warga spontan marah dengan adanya ulah oknum yang mengatasnamakan warga untuk mendukung beroperasi kembalinya Perusahaan PMA itu.

” Warga tidak terima adanya Spanduk tersebut, kami ingin mencari siapa dalang dibalik itu, dan minta pertanggungjawaban yang telah berani mengatasnamakan warga,” tutur warga saat di hubungi melalui WhatsApp nya Jumat (17/09/2020).

H. Muardi salah satu pemilik saham di PT. SRM saat di konfirmasi mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui apa yang telah terjadi.

” Maaf bang karna saya tdk berada di lokasi kejadian dan blm dpt info yang jelas saya blm bisa buat statemen atas kejadian Kemaren, mudahan siang ini akan ada info yg valid buat saya,” kata H. Muardi melalui pesan WhatsApp pada Jumat(18/09/2020).

H. Muardi berjanji akan memberikan informasi setelah mendapat informasi yang valid.

“Maaf bang belum bisa kasi info jelas, kalau sudah ada info valid saya akan infokan,” imbuhnya.

Dilain pihak, Tamrin Kepala Desa Segar Wangi saat di konfirmasi tidak memberikan jawaban.

Sementara itu Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono,S.I.K saat di konfirmasi via WhatsApp. Belum memberikan tanggapan.

(Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses