Warga Keluhkan Harga Karet Anjlok di Tengah Pandemi Covid-19

0
110

Diah saat memotong batang karet. (f. M. Efendi) 

Silabusnews.com, Ketapang – Bagi warga pedalaman karet merupakan komoditi andalan untuk menopang perekonomian dalam kehidupan. Namun belakangan masyarakat petani karet sangat tidak diuntungkan, pasalnya harga karet yang kian jatuh.

Seperti keluhan salah satu petani bernama Diah wanita berusia 46tahun yang tinggal di Desa Patih Benteng, Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang saat di temui Awak media pada Sabtu. (30/05/2020).

Diah petani karet di pondoknya.(f.M.Efendi)

“Harga karet anjlok hanya Rp.3500 sampai Rp.4000 perkilo, sementara inilah mata pencarian kami, kalau harga karet seperti ini kami mau makan apa,?” Gumam Diah.

Diah berharap Pemerintah bisa mencarikan solusi agar harga karet bisa naik.

“Saya berharap kepada Pemerintah kususnya Kementrian perdagangan untuk mencarikan solusi bagi kami petani karet,”ucap Diah

Lanjut Diah mengeluh.

“Dulu bang kata Diah kepada awak media jika harga emas naik, karet juga naik, tetapi sekarang tidak seperti dulu lagi entah kapan seperti dulu lagi, ¬†keluhnya, apalagi sekarang dengan kondisi pandemi Covid-19, kami masyarakat yang kurang mampu sangat berharap sekali kepada Pemerintah untuk meperhatikan nasib kami.Mau kerja di perusahaan usia sudah lanjut, pendidikan tidak ada, mana mau perusahaan menerima kami ini,” sebutnya sedih.

(M. Efendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.