SPBU BATU 25 KIJANG LAYANI, GUNAKAN JERINGEN.

 

Silabusnews.com-Bintan-Penyelewengan BBM (Bahan Bakar Minyak) berjenis solar seringkali terjadi di SPBU batu 25 kijang yang dengan sengaja menjual kepada konsumen yang mengunakan jerigen dan tangki mobil yang di rombak,agar muatan solar lebih banyak.

Seperti yang terpantau kamera wartawan silabusnews.com rabu, 18/10/2017 sekira pukul 16.30 WIB di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang berada di Batu 25 kijang. Kecamatan bintan timur. Nampak dengan jelas, sopirnya tengah mengisi solar ke sebuah mobil panther yang tangkinya sudah di rombak, agar bisa menampung solar lebih banyak.dengan cara terang-terangan.

Di dalam aturan  dijelaskan, bahwa SPBU yang terbukti menjual BBM bersubsidi kepada perusahaan atau konsumen yang menggunakan jerigen tanpa izin, maka akan di berikan sanksi pidana dengan ancaman 4-6 tahun dan denda 40-60 milyar sesuai undang – undang migas NO 22 tahun 2001, dan yang namanya perusahaan tidak boleh memakai BBM bersubsidi.

Selain itu,di minta kepada instansi terkait akan  mengenakan sanksi pasokan BBM dihentikan dan pemutusan hubungan usaha ( PHU ) karena selama ini pertamina tidak pernah mengijinkan penjualan BBM di SPBU terhadap perusahaan dan perorangan yang menggunakan jerigen, apalagi pake drum,
Adapun yang di beri izin untuk pengecer ( 2 Tak ) harus menunjukan surat izin pembelian dari pemerintah daerah dan polsek terdekat, itupun tidak diberikan secara sembarangan kepada masyarakat harus melalui verivikasi terlebih dahulu, kalau untuk perusahaan harus ada ( DO ) dari pertamina.


Sementara itu,karyawan spbu yang bernama pak tobing, saat di jumpai media ini mintai keterengan,berkata “tidak mengetahui adanya kegiatan itu, karena lebih sering di tanjung pinang”
Diminta pihak terkait dan aparat hukum usut tuntas SPBU nakal di kijang dan oknum-oknum karyawannya,yang menjual BBM pada konsumen yang menggunakan jerigen dan tangki rombakan,untuk di jual kembali ke perusahaan.(red)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.