Silaturahmi Alumni SMPN 04 Batam Angakatan 1, Bukti Nyata Kisi Ruang Nostalgia Anak Negeri

Abdulah Lubis. (f.dok)

Silabusnews.com,Natuna –  Penuh rasa keharuan di dalam persahabatan, tidak menyurutkan semangat angkatan pertama dari alumni SMPN 04 Bengkong Polisi Batam, Kecamatan Tanjung Buntung, Kota Madya Batam, Propinsi Kepulauan Riau, untuk terus menjalin tali Silaturahmi.

Pertemuan itu dilangsungkan di sebuah tempat rumah makan Golden Bay di kelurahan Bengkong laut, Kecamatan Bengkong. Dengan gagasan bersama, alumni angkatan pertama (Sempat 91) 24 September 2020. Mengusung tema “Persahabatan Tidak Putus Dimakan Usia”.

Seluruh alumni melalui pesan singkat, dihimbau untuk hadir, namun penyebabnya keterbatasan rentang kendali yang jauh, sebagian hanya dapat memantau dan komunikasi melalui media sosial WhatsApp.

Suasana silaturahmi semakin terasa haru, kehadiran Ramayani dari Medan. Sesampainya di Batam, ia bersama Suratmi, ingin bersilaturahmi dengan rekan – rekan di masa kecilnya. Bak kata orang, jamannya “Cinta Monyet”.

Ramayani Boru Marpaung, sangat senang dan ia tidak menyangka masih dapat bertemu dengan sahabatnya walau kota Batam tidak seperti dulu. Begitu juga semua sahabatnya yang hadir, merasakan hal yang sama.

Buah tangan berupa kuliner yang di bawa jauh – jauh dari kota Medan, tidak luput menjadi candaan (lelucon). Kata Robinson, rasanya pahit, namun estetika persahabatan tidak terbawa arus pada sebuah rasa yang menyakitkan bagi Ramayani berdarah Batak itu. Bercermin dari balasan stiker yang diunggah penuh tawa.

Penuh rasa persahabatan, pertemuan silaturahmi terkesan menjadi sebuah keluarga yang berkumpul dengan beragam cerita hidup diantara kesibukan masing – masing, sesekali dihiasi tawa dan canda yang sudah lama menghilang, bak ditelan bumi.

Sosok Tri Apriyudi yang juga berkeinginan untuk hadir berkumpul, namun dari kejauhan, si anak kapal (Pelaut) yang gemar bercengkerama, hanya bisa menguraikan suara hatinya dengan kata “masih sibuk mencari sesuap nasi”.

Beragam sikap dan karakter sudah berbeda, dulu masih lugu, seiring waktu bergulir aura intelektual dan kharismatik berpacu dalam diri masing – masing. Kata Solihin, cukup kami yang mewakili kawan – kawan yang tidak bisa hadir. “Semoga kita semua panjang umur, murah rezeki dan sehat selalu, amin”.

Penghujung pertemuan, seluruh yang hadir berharap tali silaturahmi terus berjalan dan harapan Abdullah Lubis dari Natuna, pertemuan dijadikan sebuah peristiwa bukti nyata kisi ruang nostalgia anak negeri.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses