BATAM — Pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam kembali mencatatkan hasil gemilang pada awal tahun ini. Sepanjang Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi di kawasan tersebut meroket tajam hingga menembus angka Rp17,48 triliun. Capaian impresif ini melonjak lebih dari 102 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan investasi ini sekaligus menyumbang 26,5 persen terhadap total tambahan investasi nasional. Aliran modal ini didorong oleh kuatnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Sektor elektronik, kimia, logistik, hingga jasa modern menjadi primadona para investor.
Pertumbuhan pesat ini tidak terlepas dari letak strategis Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ). Selain letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, BP Batam terus mempercepat reformasi pelayanan. Kemudahan perizinan dan perbaikan infrastruktur menjadi kunci utama tumbuhnya kepercayaan dunia usaha.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari terciptanya iklim investasi yang kondusif. “Batam terus menunjukkan kemampuan dalam menarik investasi sekaligus mempercepat realisasinya secara produktif. Ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja.”
Lebih lanjut, Amsakar menyoroti besarnya peran pengusaha lokal dalam menopang perekonomian daerah. “Pertumbuhan PMDN ini menjadi sinyal positif bahwa investor domestik semakin percaya terhadap prospek ekonomi dan kepastian investasi di Batam.”
Derasnya aliran investasi ini dipastikan akan membawa efek berganda (multiplier effect) bagi pembangunan daerah. Selain membuka banyak lapangan kerja baru, aktivitas ekspor dan produktivitas manufaktur juga dipastikan ikut terdongkrak. Pembangunan infrastruktur pendukung juga akan semakin masif dilakukan.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengingatkan bahwa pertumbuhan ini harus membawa manfaat nyata bagi warga. “Semua membutuhkan proses, perencanaan matang, dan dukungan semua pihak. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.”
Berbekal tren positif ini, BP Batam optimistis dapat terus mengukuhkan posisinya sebagai kawasan investasi berkelas dunia. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga daya saing Batam sebagai pusat ekonomi utama di wilayah barat Indonesia.









