oleh

Peningkatan Upaya Pelestarian Penyu, LKKPN Pekanbaru Rencanakan Salurkan Bantuan

Burhan Ketua Kelompok Jemaja Lestari (KOMPAK) Lepaskan Penyu di Salah Satu Pinggir pantai Batu Cadas Letung” foto istimewa.

Anambas, Silabusnews.com – Penyu sering juga disebut sebagai hewan purba, telah ada di bumi selama 150 juta tahun lamanya dan umurnya bisa mencapai 60-70 tahun.

Sementara keberadaan penyu di laut selalu terancam hingga hampir punah oleh faktor alam hingga manusia yang tidak bertanggung jawab juga pemanfaatan penyu secara tidak bertanggungjawab. “Oleh karena itu Penyu merupakan biota laut yang dilindungi. 2 (dua) jenis penyu dapat ditemui di Kepulauan Anambas yaitu penyu hijau dan penyu sisik.

Ditengah tengah isu pemanfaatan penyu dan produk turunannya oleh masyarakat sekitar Kepulauan Anambas maka perlu dilakukan upaya konservasi terhadap Penyu agar tetap lestari. LKKPN Pekanbaru terus melakukan upaya pelestarian dan perlindungan terhadap biota penyu.

Hal itu di akui oleh kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekan Baru Fajar Kurniawan. Di hubungi awak media ini lewat aplikasi WhatsApp. Rabu 25/05/2022).

Fajar. Menyebutkan selain melakukan kegiatan monitoring penyu secara langsung, LKKPN Pekanbaru juga melakukan upaya pemberdayaan terhadap Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) yang salah satunya adalah Kelompok Penyu Jemaja Lestari. Kelompok yang diketuai oleh Burhan warga Letung itu bahkan sudah eksis melakukan pelestarian di Kepulauan Anambas sejak tahun 2018 lalu.

Sementara pada tahun 2019 hingga sekarang kelompok itu sudah banyak melakukan pelepasan tukik ke laut.

Berdasarkan laporan, sepanjang 2022 kelompok ini sudah melakukan konservasi penyu di pantai Teluk Ubi Pulau Telukdalam, Desa Sunggak dengan hasil 35 sarang berhasil direlokasi serta 4 sarang berhasil menetas dan dirilis ke laut.

Lebih lanjut Fajar, guna meningkatkan aktivitas konservasi yang dilakukan oleh kelompok ini, LKKPN Pekanbaru akan menyalurkan Bantuan Pemerintah bidang konservasi senilai hampir Rp.100.000.000(seratus) juta rupiah kepada mereka tahun ini.

Juga Fajar Kurniawan selaku Kepala LKKPN Pekanbaru berharap pihak-pihak lain dan masyarakat bisa turut serta dan ambil bagian dalam upaya menjaga penyu agar tetap ada di Anambas.

Kelestarian penyu dimana pun termasuk Kepulauan Anambas sangat bergantung kepada kesadaran dan peran dari seluruh stakeholder dan masyarakat. Dan agar seluruh elemen harus bersama-sama mendukung dan melakukan aksi nyata dalam rangka perlindungan dan pelestarian penyu sehingga keberadaan Penyu di dunia dan Anambas khususnya tetap lestari. “Ucap Fajar.

(Ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.