Sunarto , warga Tanjung Uban yang meminta agar tower Telkomsel yang ada gensetnya dihidupkan (F. Patar Sianipar )
Bintan, Kepri – Telkomsel yang lahir dan didirikan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1995, namun sejarah awal layanan seluler GSM mereka berakar dari Batam (Kepri) melalui uji coba jaringan pertama semakin hari semakin tidak menunjukkan pelayanan yang prima kepada pelanggannya.
Sebagai provider yang berakar di Batam Kepulauan Riau ini bukan sedikit pelanggannya, namun dari akibat padamnya (black out) aliran listrik di wilayah Batam Bintan ini, tak sedikit pelanggan yang beralih ke Provider lain yang dapat memberikan fasilitas layanan internet yang baik saat aliran PLN Black out.
Salah satu warga Tanjung Uban Sunarto (61) menyesalkan pelayanan yang semakin hari semakin buruk dari Telkomsel, Selasa (12/10/2026) pagi.
“Di areal tower, tersedia rumah genset, namun genset tak berfungsi jika aliran PLN padam,” ucapnya.
“Diharapkan Telkomsel dapat memberikan pelayanan yang lebih kepada pelanggannya, bukan hanya mau keuntungan saja, jangan nanti pelanggan berpindah” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Anisa, yang sejak dulu mempergunakan GSM Telkomsel ini tanpa pernah berganti ataupun memiliki kartu provider lain, terpaksa hari ini saya beli kartu provider lain.
“Saya dimudahkan terhubung dengan klien lain, namun kalau kita terganggu, maka saya akan berpindah sepertinya,” ungkapnya
Siapapun dapat memaklumi jika tidak tersedia pendukung di Tower, seperti genset, namun setahu saya di Tower ada genset, tapi kenapa tidak dihidupkan jika padam aliran PLN.
“Tolonglah pengelola provider Telkomsel untuk menghidupkan gensetnya,” pungkasnya.
Patar Sianipar










