Pasca Blackout Batam, Suara Kritis di Medsos Dibayangi Teror dan Kebocoran Data Pribadi Warga Sei Beduk

BATAM, Silabusnews.com — Keluhan warga atas pemadaman total (blackout) yang melanda Kota Batam pada Senin (12/10/2026) berujung pada dugaan pelanggaran serius privasi. Seorang warga yang menyuarakan kekecewaannya di media sosial justru menerima pesan intimidasi yang dilengkapi foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) pribadinya.

 

Seorang ibu rumah tangga berinisial WT, warga Kecamatan Sei Beduk, mengaku mendapat pesan dari nomor tidak dikenal melalui WhatsApp pada Rabu (14/10/2026). Pengirim memintanya segera menghapus unggahan kritik terkait pemadaman listrik, lengkap dengan melampirkan foto fisik KTP miliknya.

 

“Segera hapus ya,” tulis pengirim misterius tersebut.

 

Kejadian ini membuat kekhawatiran warga bergeser dari sekadar gangguan layanan menjadi keraguan atas keamanan data pribadi warga.

 

“Saya sangat menyesalkan pemadaman belasan jam di Sei Beduk. Tapi yang jauh lebih mengkhawatirkan mengapa data pribadi saya, foto KTP, bisa dikuasai dan dikirim orang tak dikenal hanya karena saya bersuara?” ujar WT kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).

 

Hingga berita ini diturunkan, identitas pengirim pesan belum terungkap. Belum ada penjelasan dari instansi mana dokumen kependudukan tersebut diperoleh tanpa izin.

 

Penyalahgunaan data kependudukan seperti ini diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Dikhawatirkan, intimidasi semacam ini menciptakan iklim ketakutan sehingga masyarakat enggan menyampaikan kritik terhadap layanan publik.

 

Sebelumnya, pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari 15 jam di sejumlah wilayah Batam telah melumpuhkan aktivitas rumah tangga maupun pelaku usaha. Sebagai kota industri, keandalan pasokan listrik menjadi urat nadi perekonomian daerah.

 

Menanggapi gangguan tersebut, Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam Rudi Antono menyatakan pihaknya telah mengerahkan seluruh kekuatan teknis untuk pemulihan bertahap dalam siaran pers tertanggal 12 Oktober 2026.

 

“Prioritas utama kami saat ini adalah percepatan penormalan sistem kelistrikan. Petugas difokuskan penuh di lapangan untuk mengembalikan pasokan listrik secara bertahap dan aman,” ujar Rudi, disertai permohonan maaf dari pihak PLN Batam. PLN juga menyiagakan genset untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, dan pelabuhan.

 

Masyarakat kini menanti dua jawaban penting yang belum terjawab secara transparan: penyebab teknis pemadaman berkepanjangan tersebut, serta siapa pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi warga untuk membungkam kritik./Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses