Isa Anshari Ketua FPRK, pakai peci hitam. ( f. Istimewa)
Silabusnews.com, Ketapang – Carut marut perkembangan terkait Pandemi Covid-19 di Kabupaten Ketapang yang terjadi belakangan menyita perhatian publik.
Sebagian warga menjadi penasaran dan bertanya tanya.
Ada beberapa hal dalam kebijakan yang diterapkan Pemerintah membuat bingung masyarakat. Untuk mendapat kejelasan, Aliansi Muslim Bersatu Ketapang(AMBK) dan Front Perjuangan Rakyat Ketapang(FPRK) pada Rabu. (03/06/2020) mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Ketapang, guna berkoordinasi terkait beberapa hal, seperti penuturan Isa Anshari kepada Silabusnews.com saat dihubungi via WhatsApp.
“Hari ini kami dari Aliansi Muslim Bersatu Ketapang ( AMBK ) dan Front Perjuangan Rakyat Ketapang ( FPRK ) berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Ketapang dalam rangka membahas beberapa hal, antara lain :
1. Hasil Tes Swab Pasien Positif.
2. Kondisi Pasien Positif yang telah
Cukup lama di isolasi di Eks.
PT. BSM. Ketapang.
3. Masalah Pelajar Magetan yang
Di Rapid Test.
4. Masalah dampak sosial Pasien
Dan Keluarga Pasien Positif.
5. Masalah masyarakat yang masih
Sering membuly keluarga pasien.
6. Masalah data pasien yg sering
Bocor dan menyebar di medsos.
7. Tenaga Medis yang terdampak dan lain-lainnya,” tutur Isa Anshari Ketua FPRK.
Isa berharap agar Tim Gugus Tugas mau mendengar dan menerima saran saran yang pihaknya sampaikan.
“Kami berharap agar Tim Gugus Tugas Covid-19 Ketapang dapat mendengar dan menerima saran dan pendapat masyarakat demi kebaikan kita bersama,” kata Isa.
Menurut Isa pihaknya menunggu realisasi langkah dan kebijakan yang akan diambil oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Covid-19.
(Ali)






