oleh

Limbah Lumpur PT CMI Merambah Pekarangan Bikin Masyarakat Menjerit !!!

Lahan perkebunan mandiri milik ibu Siti yang digenangi lumpur”

oto: Juliannadi untuk Silabusnews

Silabusnews.com, Kalbar, Ketapang –
Berkali- kali limbah PT CMI TBK site Sandai cemari perkebunan serta persawahan masyarakat dengan aktivitas operasional pertambangan di wilayah Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Demikian penuturan Ketua Persatuan Masyarakat Peduli Kecamatan Sandai( PMPKS) Juliannadi melalui rilis Persnya, Sabtu (28/05/2022).

Juliannadi menuturkan bahwa perkebunan sawit mandiri masyarakat yang bernama ibu Siti terulang lagi di banjiri lumpur aktivitas penambangan PT Citra Mineral Investindo (PT CMI).

Juliannadi selaku penerima kuasa dari ibu Siti menjelaskan bahwa pihaknya sudah berulang kali melakukan mediasi, namun tidak ada titik temunya.

“Saya Juliannadi selaku penerima kuasa keluarga besar dari ibu Siti sekaligus cucu dari beliau sudah berulang kali bermediasi bahkan kemaren mediasi di Polsek Sandai namun hasilnya tetap nihil, nol besar, karena PT mengganti kerugian tidak sesuai,” jelasnya.

Lanjut dijelaskan Julian PT CMI yang beraktivitas di situ memakai badan jalan yang masuk ke lahan ibu Siti yang punya hak milik sawit yang di cemari lumpur akibat operasional pertambangan PT CMI.

“Kemarin saya dan tim CSR, tim invero dari PT CMI turun ke lapangan dari pihak PT CMI menghitung sawit yang benar-benar terdampak itu ada 26 batang yang sudah pruduksi,” lanjutnya.

“Sedangkan limbah lumpur itu sudah menebar ke mana-mana apa lagi di tambah musim hujan, maka lumpur di kebut sawit ibu Siti semakin bertambah karna PT CMI belum ada per baikan terhadap lahan perkebunan masyarakat, apa lagi untuk mengganti rugi nya semua yang ada hanya penekanan terhadap masyarakat,”sebut Julian.

Menurut Julian, pihak CMI hanya akan membayar ganti rugi sesuai yang ditentukan dari PT CMI.

“Jika mau digantikan dengan nominal yang di tentukan dari pihak mereka. Kemarin pihak CMI menawarkan dengan angka 20 juga, berarti per pokok(pohon) nya tidak sampai satu juta, sedangkan sawit kami sudah tidak bisa diharapkan lagi, ada kemungkinan akan mati karena terendam lumpur atau tidak bisa berbuah seperti biasanya ini jelas suatu tindakan yang sangat-sangat merugikan masyarakat dan kami selaku warga merasa resah atas tindakan pertambangan yang ada di wilayah Sandai Kiri,” tulis Juli.

Juli mensinyalir adanya kegiatan tambang sangat tidak terukur dan sama sekali tidak ada antisipasi terhadap hak milik orang lain, hak adat, sawah, perkebunan, sungai-sungai dan lainnya.

“Kami selaku masyarakat tidak melarang PT yang berinvestasi di daerah kami namun jangan sampai merugikan penduduk setempat, terutama petani pekebun dan nelayan. Kami berharap agar pemerintah dan pihak-pihak terkait agar bisa memberi teguran dengan PT CMI yang berinvestasi di wilayah kami, tolong pikirkan kami selaku masyarakat kecil, masyarakat miskin, karena kami bertahan hidup hanya dari bertani berkebun dan nelayan. Kami berharap kepada Pemerintah agar menegur PT dan kami tahu kalau itu aset negara namun tak kalah penting nya aset negara itu adalah rakyat, walau pun kami tergolong rakyat jelata,”ujar Juli.

Juli berujar bahwa Pihak PT CMI belum ada menghubungi pihaknya untuk penyelesaian perihal tersebut.

“Sampai hari ini dari pihak PT CMI belum ada upaya menghubungi kami untuk bisa menyelesaikan permasalahan ganti rugi atas kebun sawit kami yang di genangi lumpur, di mana hati nurani kalian jika hal ini terjadi terhadap kalian atau keluarga kalian??? gimana rasa nya kami dengan ada nya PT yang ada di wilayah kami betul-betul bisa bersinergi terhadap lingkungan, namun nasib kami berkata lain malah kami di jajah dan diperlakukan tidak adil, hak-hak kami di rampas seperti di jaman penjajah. Demi rasa keadilan sosial yang adil dan beradab kami ber harap pihak-pihak terkait bisa merespons dari keluh kesah kami selaku masyarakat kecil, agar terciptanya situasi yang kondusif dan aman di lapangan,” tutup Juli.

Sementara itu pihak CMI melalui Vera Silviana selaku Corporate Communication saat di konfirmasi hingga berita ini di tayangkan tidak ada tanggapan.

Penulis: Ali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.