JAKARTA — Kiprah Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam mengelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi terhadap kinerja BP Batam sepanjang 2025 hingga Triwulan I 2026, terutama dalam penguatan tata kelola kelembagaan, optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), peningkatan investasi, serta percepatan pembangunan infrastruktur strategis.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama BP Batam di Gedung Nusantara I, Jakarta.
Dalam forum tersebut, Komisi VI DPR RI menilai arah kebijakan dan kinerja BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menunjukkan perkembangan positif dalam memperkuat daya saing Batam sebagai salah satu kawasan investasi strategis Indonesia.
Pengakuan tersebut menjadi dorongan penting bagi BP Batam untuk melanjutkan transformasi kelembagaan sekaligus memperkuat kepercayaan pemerintah pusat dan dunia usaha terhadap prospek Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, logistik, jasa, dan investasi.

Tata Kelola Menjadi Fondasi Pertumbuhan
Bagi BP Batam, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk. Kualitas tata kelola, efektivitas pelayanan, kepastian perizinan, serta kemampuan mengelola sumber daya secara akuntabel menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan investor.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah kemampuan BP Batam dalam mengoptimalkan PNBP untuk mendukung pembangunan kawasan.
Optimalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengelolaan keuangan yang sehat dan efisien, sekaligus memperkuat kemampuan BP Batam dalam mendukung pembangunan tanpa semata-mata bergantung pada tambahan anggaran dari APBN.
Di sisi lain, pembenahan pelayanan perizinan dan penyederhanaan proses investasi terus dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Bagi pelaku usaha, proses perizinan yang sederhana, cepat, transparan, dan memiliki kepastian merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keputusan investasi.
Karena itu, reformasi pelayanan menjadi salah satu instrumen strategis BP Batam dalam memperkuat daya saing kawasan.
Investasi, Infrastruktur, dan Pelayanan Bergerak Bersama
Transformasi BP Batam diarahkan pada sejumlah agenda strategis yang saling berkaitan. Mulai dari peningkatan daya saing Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, penciptaan iklim investasi yang kondusif, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Optimalisasi PNBP juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola agar pembangunan dapat berlangsung secara akuntabel dan berkelanjutan.
Seluruh agenda tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, logistik, jasa, dan investasi.
Dengan infrastruktur yang semakin memadai dan pelayanan yang semakin mudah, Batam diharapkan mampu memberikan kepastian sekaligus efisiensi bagi dunia usaha.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting di tengah persaingan antarnegara dan antarkawasan dalam menarik investasi global.
Dampak bagi Masyarakat dan Ekonomi Nasional
Peningkatan kinerja BP Batam diharapkan memberikan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh dunia usaha, tetapi juga masyarakat secara luas.
Masuknya investasi baru berpotensi mendorong pembukaan lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas industri dan perdagangan, memperkuat sektor logistik, serta menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
Di saat yang sama, percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik akan memberikan dukungan terhadap aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha.
Dalam skala yang lebih luas, penguatan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Dengan posisi strategisnya, Batam memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai salah satu pintu masuk investasi dan perdagangan Indonesia di kawasan regional.
Amsakar: Kepercayaan Investor Terus Diperkuat
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan Batam.
“Kami berterima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI yang selama ini menjadi mitra strategis BP Batam. Capaian investasi yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin meningkat. Hal ini juga relevan dengan berbagai upaya BP Batam yang terus berupaya melakukan pembenahan khususnya pada sektor simplifikasi perizinan.”
Menurut Amsakar, peningkatan kepercayaan investor harus diikuti dengan kemampuan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Karena itu, BP Batam akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kualitas pelayanan investasi.
“Kami juga akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pelayanan perizinan, serta memastikan seluruh program strategis berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.”
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan BP Batam yang menempatkan kepastian investasi dan manfaat pembangunan bagi masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan.
Li Claudia Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Profesional
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, juga terus mendorong penguatan kolaborasi dan kualitas pelayanan sebagai bagian dari transformasi organisasi.
Menurut arah kebijakan yang dikembangkan BP Batam, keberhasilan pembangunan Batam membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Budaya kerja yang responsif dan profesional menjadi penting untuk memastikan kebijakan tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang memberikan dampak langsung.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi strategi untuk memastikan berbagai program pembangunan berjalan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
Dengan pendekatan tersebut, BP Batam berupaya membangun citra kawasan investasi yang tidak hanya unggul dari sisi lokasi dan infrastruktur, tetapi juga memiliki kualitas pelayanan dan tata kelola yang kompetitif.
Apresiasi DPR Jadi Energi untuk Melanjutkan Transformasi
Apresiasi Komisi VI DPR RI menjadi momentum bagi BP Batam untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja.
Penguatan reformasi pelayanan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, optimalisasi PNBP, serta perluasan kolaborasi menjadi agenda yang akan terus didorong.
Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Persaingan kawasan dalam menarik investasi semakin ketat, sementara kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan berkualitas juga terus meningkat.
Namun, dengan fondasi tata kelola yang semakin kuat, dukungan pemerintah pusat, kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta kepercayaan dunia usaha, BP Batam optimistis dapat menjawab tantangan tersebut.
Meneguhkan Batam sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Apresiasi yang diberikan Komisi VI DPR RI menunjukkan bahwa transformasi BP Batam mendapatkan perhatian positif di tingkat nasional.
Bagi Batam, capaian tersebut bukan sekadar pengakuan, melainkan menjadi pijakan untuk terus bergerak memperkuat daya saing kawasan.
Investasi, infrastruktur, pelayanan publik, tata kelola, dan kolaborasi menjadi satu kesatuan dalam membangun ekosistem ekonomi yang semakin kompetitif.
Ke depan, BP Batam menargetkan Batam tidak hanya menjadi kawasan investasi unggulan di Indonesia, tetapi juga semakin diperhitungkan dalam peta persaingan investasi kawasan Asia.
Dengan semangat transformasi dan kolaborasi, Batam diarahkan menjadi kawasan yang modern, kompetitif, ramah investasi, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan Batam bukan hanya tentang berapa banyak investasi yang masuk, tetapi tentang bagaimana investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian, memperkuat infrastruktur, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari Batam untuk pertumbuhan Indonesia—membangun kawasan yang semakin kompetitif, memperkuat ekonomi nasional.










