Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tambelan, Hidayat Z. A (65), ketika ditemui di SPPG Polri Kecamatan Tambelan,(F_Patar Sianipar)
Bintan, Kepri – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi para pelajar dari mulai KB, hingga SMA, serta para balita dan ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Tambelan (daratan) diapresiasi Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Hidayat Z. A (65), ketika ditemui di SPPG Polri Kecamatan Tambelan, Kamis (05/02/2026).
“Saya mengapresiasi atas berdirinya SPPG Polri ini, dimana sangat membantu para masyarakat disini,” ujarnya.
“Umumnya masyarakat disini 80 % nya adalah nelayan, sehingga ini sangat dirasakan membantu,” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan Nani Priatin (44) warga masyarakat Tambelan yang mengajar di TK Kandil Bahar, yang merasakan sangat terbantu atas kehadiran SPPG ini.
Kepala SPPG Polri Tambelan, Rianida P (kiri) dan Kapolsek Tambelan Iptu. Abdurrahman Syam, saat memberi keterangan (F_Patar Sianipar)
Rianida P (25), yang kerap dipanggil Ria selaku kepala SPPG Polri Tambelan, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan UNRI tahun 2023 ini menjelaskan bahwa kehadiran SPPG Polri di Tambelan ini merupakan perwujudan dari Badan Gizi Nasional (BGN) sesuai program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Jumlah seluruh penerima manfaat didaratan Tambelan ini, berjumlah 1648 orang,” jelasnya.
Ria menjelaskan lebih lanjut, bahwa untuk menjalankan dapur SPPG Polri ini berjumlah 38 orang relawan dengan komposisi 13 orang laki-laki dan 25 orang perempuan dengan kisaran usia 23- 55 tahun.
“Semua relawan ini merupakan warga Tambelan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ria juga menjelaskan bahwa ia bersama dua orang staff SPPG yakni, Selfia Oktafianti selaku Akunting dan Miftahul Jannah selaku Ahli Gizi, akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan SPPG ini dengan baik. Serta Maria, Person in Charge (PIC), yakni sebutan dalam dunia kerja yang merujuk pada seorang penanggung jawab suatu proyek
Lokasi SPPG Polri, Kecamatan Tambelan (F_ Patar Sianipar)
Sementara itu, Kapolsek Tambelan, Iptu. Abdurrahman Syam, memberi keterangan terkait Pengawasan SPPG ini terhadap penerima manfaat dijalankan sesuai dengan security food, yakni pengetesan makanan yang dilakukan dari pihak kepolisian.
“Sementara itu dua orang dari BGN, yakni Kepala SPPG dan Ahli gizi melakukan uji organolaptic (pencicipan makanan) dan melakukan penyimpanan sampel makanan di chiller selama 2 X 24 jam, guna mengantisisipasi jika ada hal keracunan makanan,” pungkasnya.
Patar Sianipar






