Jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Desa Galang di Pulangkan

Proses penjemputan Jenazah PMI/TKI Rodiye alias Ernawati. Foto : Andi (Silabusnews.com)

Silabusnews.com,Mempawah – Rodiyeh alias Ernawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, berhasil dipulangkan ke kampung halamannya, Sabtu (10/10/2020) siang.

Rodiyeh yang sebelumnya bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/10/2020).

Setiba di rumah duka, jenazah Rodiyeh alias Ernawati, langsung dimakamkan oleh pihak keluarga bersama pemerintah desa setempat pada hari ini juga(Sabtu, 10, Oktober,2020)di TPU Desa setempat.

Keberhasilan pemulangan jenazah Rodiyeh alias Ernawati tak lepas dari kerja keras Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT-BP2MI) Wilayah Pontianak, Kalimantan Barat dengan pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Mempawah.

Wakil Ketua SBMI Kabupaten Mempawah, Eko Setiawan mengatakan, informasi awal tentang kondisi Rodiyeh yang sedang sakit di Kuala Lumpur, diperoleh SBMI Mempawah sekitar empat atau lima bulan lalu dari sebuah akun facebook milik Fian Zhulfiani.

Dalam postingan tersebut diceritakan soal kondisi Rodiyeh yang sakit dan diharapkan siapapun yang mengenalnya dapat segera menghubungi pihak keluarga di Mempawah.

“Atas informasi ini, kami bergerak cepat menghubungi pihak keluarga Rodiyeh di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, agar berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat untuk proses pemulangannya,” kata Eko Setiawan.

Saat itu, kondisi Rodiyeh dikabarkan sedang sakit cukup parah. Namun ternyata, selama empat bulan tidak ada komunikasi kembali dengan pihak SBMI Mempawah.

Menurut pihak SBMI, Pada bulan Oktober ini sekitar tanggal 4 oktober 2020 , pihak keluarga kembali menghubungi SBMI Mempawah memberitahu bahwa Rodiyeh telah meninggal dunia. Namun pihak keluarga belum mendapat informasi pasti terkait posisi meninggalnya Rodiyeh.

Untuk menindaklanjuti kematian Rodiye tersebut pihak keluarga memberi   kuasa , SBMI Mempawah kemudian bergerak untuk mencari informasi. Ternyata, pada 3 Oktober 2020, Rodiyeh dikabarkan terbang dari Malaysia menuju Pontianak transit via Kualanamu, Medan.

“Begitu turun dari pesawat, Rodiyeh terjatuh dan segera dibawa ke klinik pengobatan di Bandara Kualanamu. Karena kondisinya semakin parah, ia dilarikan ke Rumah Sakit Deli Serdang dan hari itu juga dinyatakan meninggal dunia,” jelas Eko Setiawan.

Dalam penerbangan dari bandara Malaysia tersebut, Rodiyeh dikabarkan ditemani seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui. Namun kemudian perempuan tersebut melanjutkan perjalanan pulang ke Pontianak, sehingga SBMI kesulitan untuk mengetahui kronologis kejadian meninggalnya Rodiyeh secara mendetail.

“Identitas perempuan yang menemani Rodiyeh ini belum kita peroleh. Tercatat, yang bersangkutan tidak menemani Rodiyeh ke rumah sakit, melainkan langsung pulang ke Pontianak setelah transit di bandar udara Kualanamu,” kata Eko setiawan lagi.

Begitu Rodiyeh meninggal, pihak rumahsakit Deli Serdang kesulitan untuk menghubungi pihak keluarga karena tidak ada informasi terkait identitas dan alamat almarhumah.

Di tambah Eko Setiawan,
pada saat yang sama, SBMI Mempawah, juga turut berupaya mencari informasi keberadaan Rodiyeh. Hingga akhirnya, SBMI berhasil mendapat kontak seseorang di Medan untuk menghubungi pihak rumah sakit dan membantu proses pemulangan jenazah Rodiyeh.

“Selanjutnya, kami segera menyurati UPT-BP2MI Wilayah Pontianak untuk dapat diteruskan ke UPT-BP2MI Medan. Berkat koordinasi dan komunikasi yang bagus, proses pemulangan jenazah Rodiyeh berlangsung lancar,” jelas Eko.

Ia mengakui, karena situasi nasional yang masih dalam pandemi Covid-19, proses pemulangan jenazah Rodiyeh cukup riskan. Namun SBMI Mempawah tetap berupaya, sehingga pada Jumat (9/10/2020) sore, jenazah diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

“Dan pada pagi tadi, diterbangkan lagi ke Bandara Supadio Pontianak. Begitu tiba pukul 08.20 WIB, langsung dibawa ke rumah duka di Desa Galang Sungai Pinyuh, kemudian disambut pihak keluarga sekitar pukul 11.30 WIB,”timpal Eko.

Ditempat yang sama Juliana Sekretaris SBMI Mempawah menimpali, bahwa jenazah langsung diserahkan pada pihak keluarga.

“Proses penyerahan jenazah almarhumah dipimpin oleh Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan UPT-BP2MI Wilayah Pontianak, Bapak Andi Kusuma Irfandi, kepada pihaik keluarga yang diwakili Kepala Desa Galang, Bapak Rasidi,” timpal Juliana.

(Andi/Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

News Feed