oleh

Inspektorat Diminta Audit Dugaan Mark Up, Jalan Rabat Beton Desa Karya Mukti

Jalan Rambat Beton yang di bangun menggunakan Dana APBN 3 bulan dibangun sudah rusak parah, Jumat 5/11, foto Jumadi untuk Silabusnews.com

Silabusnews.com, Kalbar, Ketapang – Diduga Ada Mark Up Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Karya Mukti, Kecamatan Sungai Melayu Rayak Inspektorat Diminta lakukan Audit.

Baru berusia 3 bulan jalan yang dibangun sudah rusak, proyek yang bersumber dari Dana APBN dengan pagu dana Rp 600.000.000,-(enam ratus juta rupiah).

Hal itu di ungkapkan Jumadi Ketua Koordinator Laskar Anti Korupsi Indonesia(LAKI) Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang.

” Pada tanggal 3 bulan November 2021, Jumadi Ketua koordinator Lembaga LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia) Kec. Sungai Melayu Rayak , Kab. Ketapang, Kalimantan Barat telah menemukan kegiatan pengerasan rambat beton di desa Karya Mukti, Kec. Sungai Melayu Rayak diduga mar up sumber dana APBN sebesar enam ratus juta rupiah,” ungkap Jumadi kepada Media ini melalui pesan WhatsApp”  Jumat (05/11/2021).

Jumadi Koordinator Laskar Anti Korupsi Indonesia Kecamatan Sungai Melayu Rayak.

Menurut Jumadi Proyek jalan yang dikerjakan oleh Pelaksana Kegiatan BKAD ” SEDULOR BERSATU” Kecamatan Sungai Melayu Rayak itu pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan oleh Dinas terkait.

Karena itu Jumadi minta pihak Inspektorat dan Dinas terkait agar meninjau dan menelidiki pekerjaan tersebut.

“Saya minta Inspektorat maupun Dinas instansi yang terkait agar mengaudit kegiatan tersebut,” ujar Jumadi.

Sementara itu, Supardi salah satu warga setempat berharap pembangunan jalan itu harus bagus.

“Harapan saya pengen yang bagus, masa baru 3 bulan jalannya dah hancur begitu,”ujar Supardi.

Supardi menyebut bahwa pekerjaan tersebut adalah dari Pokir (aspirasi) dari Anggota Dewan.

” Ini dari aspirasi Dewan, pak Buntal, dari Partai PAN kayaknya pak,” tutupnya.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed