BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam mengakselerasi program Gema Asri (Gerakan Mewujudkan Batam Asri) sebagai upaya memperkuat kualitas tata kota sekaligus mendukung transformasi Batam menuju kota modern, bersih, hijau, dan berdaya saing global.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arah pembangunan nasional yang mendorong penataan kota-kota strategis sebagai wajah baru Indonesia. Melalui Gema Asri, Batam diarahkan tidak hanya sebagai pusat industri dan investasi, tetapi juga sebagai kota yang nyaman dihuni dengan kualitas lingkungan yang lebih baik.
Gema Asri menjadi bagian dari perubahan paradigma pembangunan, dari yang sebelumnya berfokus pada ekspansi fisik menuju pembangunan yang mengedepankan kualitas ruang kota, keteraturan, kebersihan, dan keberlanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat identitas Batam sebagai kawasan investasi yang modern dan kompetitif.
Sebagai kota yang berada di jalur perdagangan internasional dan dekat dengan pusat ekonomi regional, Batam memiliki posisi strategis dalam mendukung daya saing Indonesia. Karena itu, program penataan kota dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik investasi sekaligus memperkuat citra Batam di mata dunia.

Melalui Gema Asri, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam menjalankan sejumlah program prioritas, di antaranya revitalisasi kawasan strategis agar lebih representatif dan berstandar internasional, penataan koridor utama serta kawasan industri sebagai etalase investasi, penguatan sistem kebersihan dan pengelolaan lingkungan, peningkatan ruang terbuka hijau, serta penegakan disiplin tata kota.
Program tersebut juga selaras dengan upaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan itu, Batam diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi tanpa mengesampingkan kualitas hidup masyarakat.
Implementasi Gema Asri turut tercermin dalam pengembangan Rempang Eco-City yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Batam. Kawasan ini dikembangkan dengan konsep eco-development yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan tata ruang dalam satu kesatuan pembangunan.
Sejumlah langkah yang telah dijalankan di Rempang Eco-City meliputi penataan kawasan berbasis green masterplan, rehabilitasi dan penghijauan lingkungan, pembangunan infrastruktur yang mengedepankan efisiensi dan estetika modern, serta penataan permukiman dan fasilitas publik yang lebih terstruktur.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Gema Asri merupakan implementasi dari arahan nasional untuk menciptakan kota yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Gema Batam ASRI merupakan gerakan bersama untuk mewujudkan kota yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.”
Amsakar juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan pembangunan kota.
“Kunci untuk menjaga Batam adalah sinergitas, kolaborasi, dan harmonisasi seluruh elemen.”
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kota Batam juga menegaskan bahwa Gema Asri merupakan gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Melalui Gema Asri dan pengembangan Rempang Eco-City, Batam tidak hanya berupaya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor. Dengan tata kota yang lebih tertata, lingkungan yang terjaga, dan pembangunan yang berkelanjutan, Batam ditargetkan mampu berkembang menjadi kota modern dengan daya tarik investasi dan kualitas urban yang kompetitif di tingkat regional maupun global. (***)







