Emak – emak antri menunggu Gas LPG 3 kg di salah satu pangkalan, foto dok
Silabusnews.com, Subulussalam – Elpiji tabung gas ukuran 3 Kilogram (Kg) beberapa pekan ini di Kota Subulussalam kembali langka dalam Pemantauan di lapangan awak media, setiap pangkalan selalu kosong bahkan pengecer elpiji gas 3 Kg sebagian besar terjadi kekosongan stok.
Kalaupun ada warung yang masih punya stok gas, patokan harga juga berbeda-beda. Di setiap warung eceran elpiji ada yang mematok harga Rp28,000.
kemudian ada yang menjual dengan harga Rp30.000 per tabung Warga di Kecamatan Simpang kiri, kota Subulussalam, mengeluhkan kesulitan mencari tabung gas elpiji 3 kg. Kelangkaan subsidi gas melon ini sudah berlangsung sepekan terakhir.
Saya sudah keliling dipangkalan yang biasa menjual elpiji di sekitar sini, tetapi semua bilang stok kosong. Dan hari ini saya Antri dipangkalan Galon ini,Kalau seperti ini terus terpaksa masak pakai kayu bakar,” ucap seorang ibu rumah tangga warga belegen mulia Kecamatan Simpang kiri kota Subulussalam, Sabtu 2/10/2021.
Sementara itu, seorang Agen Distributor eceran gas elpiji 3 kg kota Subulussalam UD RIZKI BERSAUDARA GAS,mengatakan Kita mejual Tetap sesuai HET pertabung masih Rp20,500 ribu lima ratus.Dan pangkalan di bawah naungan UD.RISZKI BERSAUDARA, Tetap kami pantau terus,” bebernya.
Bila ada pangkalan kami yang menjual dibawah harga HET.atau menjual keluar itu diluar tidak sepengetahuan kami.
Dari pantauan media Selabusnews.com dilapangan,di jalan nyak Adam Kamil ada tiga pangkalan setiap hari bongkar namun begitu dalam hitungan menit langsung ludes alias habis dalam sekejab tiga pangkalan serentak, dugaan oknum pangkalan ini mengencer kepada orang lain, adapun di jual ke mesyarakat hanya beberapa tabung saja untuk menutupi kedoknya.
Di hari yang sama lagi seorang ibu menyambangi kami,sambil menenteng tabung gas nya” MEMANG PAYAH KAMI MENOKOKH GAS,KADANG LOTDEN NGO DI KATAKANNA ODA NE LOT,KAMI IDAH NGO TONG LOT PANGKALAN, Artinya,Memang payah kami membeli gas,Sementara masihnya ada Kami lihat dipangkalan,” kata Seorang ibu itu dengan bahasa Daerah kota Subulussalam.
(RM)






