Gas Elpiji 3 Kg Dijual Tidak Sesuai Het, Yara: Pertanyakan Peran Disperindagkop Dan UKM Kota Subulussalam

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam Ketua Edi Sahputra Bako, foto dok

Silabusnews.com, Aceh. Subulussalam – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam Ketua Edi Sahputra Bako mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Subulussalam.

Hal ini berkaitan dengan persoalan langka dan harga gas Elpg 3 kg yang dijual tidak sesuai harga enceran tertinggi yang ditetapkan Pemerintah Kota Subulussalam.

Hasil investigasi kita dilapangan dan berdasarkan keluhan warga disekitar kecamatan Simpang Kiri bahwa dipangkalan resmi gas elpiji 3 kilo gram sering kosong, sehingga warga harus membeli di warung eceran dengan harga di atas HET.

Di warung yang tidak resmi harga ecer berkisar Rp. 30.000 sampai Rp 35.000 dan itupun sulit untuk mendapatkannya”
Ujar Edi melalui pers rilisnya.17/10/202,” di kirim ke WhatsApp awak media.

Sejauh ini kita melihat lemahnya peran Disperindagkop dan ukm kota Subulussalam dalam persoalan ini, jika melihat kondisi ini kita di duga ada praktek nakal..

Dibeberapa pangkalan resmi di Kota Subulussalam, dimana kita melihat pendistribusian barang terlihat lancar dan selalu masuk dengan jumlah yang banyak dipangkalan pengecer resmi, namun barang yang masuk macam disulap hilang seketika, ketika warga datang membeli sering mendapati pangkalan dengan stok kosong,” terangnya

Namun di warung eceran tidak resmi gas elpiji 3 kilo gram, terlihat ada dengan harga jual diatas HET.
Untuk hal itu kita meminta Pemerintah Kota Subulussalam melalui dinas terkait tersebut untuk menertibkan harga dan kelangkaan gas elpg 3 kg ini, dengan memanggil agent atau pangkalan resmi yang ada di Kota Subulussalam, jika ada pihak yang bermain maka jangan ragu untuk ditindak dan jika ada pangkalan yang nakal jangan segan-segan untuk disurati dan adukan ke Pertamina untuk diberi sanksi tegas dan jika perlu ditutup dan dicabut izinnya.

Hal ini sangat serius untuk diperhatikan mengingat persoalan ini tidak pernah tuntas dari dulu, padahal ini untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat banyak, kita berharap tidak bertambahnya beban masyarakat, disaat sulitnya perekonomian akibat dampak pandemi covid-19 ini,” tuturnya.

(RM)

revisi iklan dan medsos
revisi iklan dan medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.