Batam, Silabusnews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam sedang mematangkan seluruh persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di kawasan Rempang. Sekolah terintegrasi yang menjadi program strategis nasional ini mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan ditargetkan rampung pada tahun 2028.
Berdiri di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare, sekolah ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa saat ini proses pembangunan masih memasuki tahap pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis.
“Kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah pesatnya kemajuan industri,” ujar Amsakar, 2 September 2026.
Perizinan yang tengah diselesaikan meliputi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Di lapangan, tim juga telah melakukan pemagaran kawasan serta langkah penanganan awal untuk pengendalian dan pencegahan risiko banjir.
BP Batam menegaskan seluruh tahapan akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. “Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada,” tegas Amsakar.
Sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi dengan sarana dan prasarana modern, tidak hanya untuk pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pengembangan bakat, dan pendidikan vokasi.
“Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Batam, khususnya dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini diharapkan membuka peluang bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi agar memperoleh pendidikan berkualitas,” tambahnya.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, juga menyoroti peran sekolah ini dalam menyambut Generasi Emas 2045. Menurutnya, pendidikan vokasi akan menjadi kekuatan utama agar lulusan memiliki keahlian praktis dan daya saing di dunia kerja.
“Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja,” ungkap Li Claudia.
Dalam setiap tahapan persiapan, BP Batam menyatakan akan terus mengedepankan pendekatan komunikasi yang humanis dengan masyarakat sekitar guna memastikan pembangunan berjalan lancar dan diterima oleh warga. Pembangunan fisik akan dilaksanakan secara bertahap setelah seluruh perizinan dinyatakan lengkap dan sah.
Editor: Patar










