Kondisi pantai Loola Adventure Resort, yang berlumpur, saat usai hujan (F_Tim Silabusnews.com)
Bintan, Kepri – Pesisir pantai di Loola Adventure Resort, yang berlokasi di pantai Timur Bintan ini, sudah tak seindah dan semenarik berapa tahun silam, yang dahulunya tampak pasir disepanjang pantai berwarna putih halus, kini telah berubah menjadi lumpur coklat, efek dari reklamasi atau penimbunan yang dilakukan perusahaan PT Bintan Alumina Indonesia (PT. BAI)
Marc Van Loo, berkebangsaan Belanda, Owner Loola Adventure Resort, melalui Jaya Putra, Direktur CSR dan Kepala Divisi Transportasi menyampaikan, bahwa Resort ini, telah 25 tahun berdiri (sejak tahun 2000) ini, dengan konsep menjual lokasi wisatanya
berupa room, beach (pantai) aktivity dan sea water, dimana Loola resort ini juga merupakan salah satu penyumbang PAD dari sektor pariwisata ke Kabupaten Bintan, Swlasa (20/05/2025) pagi.
“Kejadian ini sangat menyayangkan keadaan yang telah terjadi menimpa lokasi kerjanya ini,” ucapnya.
Kondisi usai turun hujan, maka air laut menjadi warna kecoklatan (F_Tim Silabusnews.com)
“Jika turun hujan atau tiba musim Selatan, maka kondisi air laut berubah menjadi kecoklatan, dimana lumpur dari penimbunan mengalir kelaut dan disepanjang bibir pantai,” jelasnya
Jaya mengatakan bahwa sejak berdirinya perusahaan PT BAI ini, occupancy (tingkat hunian) menurun 30 persen.
“Tamu sudah tidak tertarik lagi berkunjung ke resort ini,” ujarnya.
“Dengan adanya pengembangan PT GB-KEK Industrial Park, semoga tidak mengganggu dunia usaha pariwisata khususnya bidang wisata dan di sekitar Pulau Poto,” harapnya.
“Jika ini terjadi terus tanpa adanya perhatian dari pemerintah, maka ini akan mematikan bisnis pariwisata,” pungkasnya.
Patar Sianipar





