Batam, Silabusnews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan empat langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan air baku dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, seiring prediksi puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan jatuh pada Agustus hingga September. Langkah ini juga menjadi upaya mitigasi dampak El Nino yang berpotensi memperpanjang periode cuaca kering.
Berdasarkan data BMKG, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, termasuk di wilayah Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini guna menjamin pelayanan air bersih tidak terganggu. “Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik, terutama saat menghadapi periode kemarau,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).
BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) pengelola sistem penyediaan air minum menggelar empat strategi utama:
Pertama, Pemantauan real-time air baku: Memantau level dan kondisi waduk secara berkelanjutan sebagai dasar penentuan langkah operasional.
Kedua, Optimalisasi interkoneksi waduk: Mengalokasikan ulang distribusi air baku antar-waduk untuk wilayah yang mengalami penurunan debit.
Ketiga, Pelestarian kawasan tangkapan air: Melakukan reboisasi, melindungi Daerah Tangkapan Air (DTA), dan mencegah aktivitas yang merusak kawasan resapan.
Keempat, Pengembangan infrastruktur jangka panjang: Mempersiapkan alternatif sumber air baru, termasuk teknologi pengolahan air laut (SWRO), untuk memperkuat ketahanan air di masa depan.
“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitarnya. Ini tanggung jawab bersama, karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” tambah Denny.
BP Batam juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak. Langkah sederhana yang disarankan antara lain: menggunakan air seperlunya, mematikan keran saat tidak digunakan, memeriksa instalasi air agar tidak bocor, serta mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama musim kemarau.
“Upaya pemerintah akan semakin efektif bila diikuti kesadaran masyarakat untuk menghemat air. Langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak yang sangat berarti,” pungkasnya./DN






