oleh

Pertanyakan SP2HP Kasus Dugaan Penggelapan Dana SHU Koperasi, Sejumlah Warga Datangi Mapolres Kayong Utara

Perwakilan warga Desa Sungai MataMata menunjukan SP2HP Laporan dugaan penggelapan Sisa Hasil Usaha Koperasi Fajar Sejahtera,” 18/1 foto Hasan

Silabusnews.com, Kalbar, Kayong Utara — Sejumlah perwakilan warga pelapor kasus dugaan penggelapan dana SHU Koperasi Fajar Sejahtera Desa Sungai MataMata, Kecamatan Simpang Hilir mendatangi kantor Mapolres Kayong Utara, mempertanyakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada Selasa (18/01/2022).

SP2HP merupakan hak bagi pelapor. Dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyelidikan /penyidikan, yang wajib diberikan oleh penyidik kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala.

Hal itu berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pasal 39 ayat 1, yang berbunyi; dalam hal menjamin akuntabilitas dan transparansi penyidikan, penyidik wajib memberikan SP2HP kepada pihak pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala paling sedikit 1 kali setiap 1 bulan.

Hasan(42) salah satu perwakilan pelapor kepada media ini mengatakan, bahwa pihaknya datang ke Mapolres untuk mempertanyakan SP2HP, karena sudah satu bulan sejak di terimanya laporan masyarakat Desa Sungai MataMata pada tanggal 13 Desember 2021 lalu, pihaknya belum menerima laporan.

Hasan menuturkan, bahwa selama perkara tersebut bergulir dirinya juga berkoordinasi dengan penyidik yang menangani kasus yang telah di laporkan pihaknya.

“Selama kasus ini bergulir kami juga terus berkoordinasi aparat hukum terkait laporan yang kami buat. Hari ini kedatangan kami ke Mapolres Kayong Utara adalah secara resmi meminta hasil perkembangan perkara ini sudah sampai dimana selama satu bulan berjalan ini,” tutur Hasan melalui sambungan telepon seluler pada Rabu(19/01/2922).

Menurut Hasan setelah pihaknya datang ke Mapolres keluarlah SP2HP yang di maksud, dengan perihal klasifikasi biasa dengan Nomor SP2HP/49/XII/2021/Reskrim pada tanggal 12 Desember 2021 dan SP2HP dengan Nomor SP2HP/49/XII/2021/Reskrim pada tanggal 18 Januari 2022.

Masih penuturan Hasan, kalau Pihak penyidik Polres Kayong Utara memberitahukan, bahwa laporan tersebut sedang dilakukan penyelidikan berupa pemeriksaan klarifikasi terhadap saksi-saksi dan saat ini masih belum di temukan tindak pidana dan masih memerlukan waktu untuk melakukan pemeriksaaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti.

Dia (Hasan-red) dan perwakilan masyarakat lainnya akan terus mengawal kasus ini dan memantau perkembangannya.

“Saat ini kita akan terus mengawal kasus ini, dan semuanya akan kita percayakan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Kayong Utara,”ucapnya.

Hasan juga menegaskan, jika dalam beberapa waktu kedepan tidak ada perkembangan maka pihaknya akan meneruskan laporan kasus tersebut ke Polda Kalimantan Barat.

“Ya, Kita berharap kasus ini di tangani dengan profesional oleh penyidik. Kita akan terus memastikan agar tidak ada intervensi atau tekanan lain agar kasus ini berjalan sesuai proses hukum, jika tak ada perkembangan maka kami akan meneruskan laporan ke Polda,”tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo, S.I.K., S.H., M.Hum melalui Kasat Reskrim Polres saat di konfirmasi menerangkan bahwa kasus tersebut sedang dalam proses pemeriksaan saksi.

“Masih proses pemeriksaan saksi-saksi,” terang IPTU Dedi singkat.

Penulis: AM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.