Roby Kurniawan saat menyalami peserta Musrenbang, usai kegiatan Musrenbang Kecamatan Bintan Utara dilaksanakan (F. Patar Sianipar)
BIntan, Kepri – Pemerintah Kecamatan Bintan Utara mengadakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan, yakni Musrenbang Kecamatan Bintan Utara, yang di laksanakan di Gedung Nasional Tanjung Uban, Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (26 /01/2026) sekira pukul 10.00 WIB pagi.
Diketahui, Musrenbang ini merupakan forum tahunan penting, di mana perwakilan desa/kelurahan, pemerintah kecamatan, dan pemangku kepentingan lain menyelaraskan dan memprioritaskan usulan pembangunan dari tingkat bawah agar terintegrasi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bintan.
Dalam penjelasannya, Camat Bintan Utara, Helmiwaty menyampaikan kegiatan prioritas pembangunan di tingkat kecamatan, termasuk yang lintas desa/kelurahan, untuk memastikan arah pembangunan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat, dengan hasil akhir berupa daftar prioritas yang akan dibawa ke Musrenbang Kabupaten Bintan yang lebih baik.
“Pemerintah Kecamatan menampung, membahas, dan menyepakati usulan prioritas dari desa/kelurahan,” ujarnya.
“Menyelaraskan usulan tersebut, dengan prioritas pembangunan daerah, Menetapkan kegiatan pembangunan prioritas di tingkat kecamatan yang sifatnya lintas desa/kelurahan atau bukan kewenangan desa,” lanjutnya.
“Diharapkan Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa/Kelurahan yang terintegrasi, serta Daftar Prioritas Pembangunan Kecamatan yang siap dibahas di tingkat OPD dan Musrenbang Kabupaten Bintan serta membentuk utusan kecamatan pada Musrenbang di tingkat Kabupaten nantinya,” paparnya.
Abdul Azim, tokoh masyarakat Tanjung Uban saat mengajukan usulan terkait masalah genangan air jika terjadi air pasang dan menggenangi ruas jalan Merdeja Tanjung Uban (F. Patar Sianipar)
Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam sambutannya menegaskan, bahwa Musrenbang tingkat kecamatan menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kebutuhan nyata masyarakat.
Roby menyampaikan bahwa setiap usulan pembangunan yang diajukan masyarakat akan disusun berdasarkan skala prioritas dengan pertimbangan yang realistis, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Roby juga memastikan, seluruh usulan-usulan yang belum terakomodasi tetap dicatat, dan selanjutnya dibawa ke tingkat Musrenbang Provinsi Kepri hingga diusulkan ke pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Roby menjelaskan bahwa saat ini sumber pembiayaan pembangunan semakin beragam, tidak hanya bergantung pada Dana Alokasi Khusus (DAK) semata.
Karena itu, Roby optimistis berbagai kebutuhan masyarakat masih berpeluang direalisasikan melalui skema pendanaan lainnya.
“Seperti di pendidikan, posyandu ada formatnya, kita akan ikuti. Apa yang diharapkan oleh masyarakat bisa kita realisasikan nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Roby menegaskan bahwa sejumlah sektor akan menjadi prioritas utama. Mulai dari peningkatan infrastruktur, penerangan jalan, pembinaan stunting, hingga penguatan UMK dan sektor lainnya.
“Kita prioritaskan yang belum masuk tahun sebelumnya, dan akan masukkan di tahun ini. Nanti, kita akan lakukan perangkingan secara realistis dengan melihat kekuatan anggaran yang ada,” pungkasnya.
Patar Sianipar





