BP Batam Siapkan Smart Integrated PJU Rp90 Miliar, Sasar 13 Ruas Jalan Utama

BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyiapkan investasi sekitar Rp90 miliar untuk mengembangkan Smart Integrated Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis energi surya. Program ini dirancang untuk memodernisasi infrastruktur perkotaan melalui pemanfaatan teknologi digital dan Internet of Things (IoT), sekaligus mendukung terwujudnya Batam sebagai kota cerdas yang ramah lingkungan.

Rencana implementasi tahap awal mencakup 13 ruas jalan utama yang menjadi jalur mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta konektivitas kawasan industri dan pusat pemerintahan. Ruas jalan tersebut meliputi Jalan Hang Jebat, Hang Tuah, Jenderal Sudirman, Yos Sudarso, Ahmad Yani, Patimura, S. Parman, Central Raya, Ali Klana, Laksamana Bintan, Pelabuhan Batam, Engku Putri, dan Raja Haji Fisabilillah.

Melalui sistem tersebut, setiap titik lampu penerangan jalan direncanakan terhubung dengan pusat kendali sehingga kondisinya dapat dipantau secara real-time. Apabila terjadi kerusakan atau gangguan, sistem akan mengirimkan notifikasi kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu laporan masyarakat.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa penerapan teknologi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan.

“Kami merencanakan penggunaan teknologi Smart Integrated PJU yang memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya utama. Sistem ini tidak hanya menghadirkan penerangan jalan yang lebih baik, tetapi juga memungkinkan pemantauan secara digital dan real-time sehingga penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat.”

Pengembangan Smart Integrated PJU ditujukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, memperkuat keamanan lingkungan, serta meningkatkan efisiensi operasional penerangan. Pemanfaatan energi surya juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan mendukung kebijakan pembangunan rendah karbon.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, modernisasi penerangan jalan diproyeksikan mendukung pertumbuhan ekonomi Batam. Infrastruktur yang lebih baik dinilai penting untuk menunjang aktivitas industri, perdagangan, logistik, dan pariwisata, sekaligus meningkatkan daya tarik daerah bagi investor.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa percepatan pembangunan membutuhkan inovasi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, masukan serta kritik konstruktif dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah.

“Saya dan Bu Li Claudia optimis Batam akan terus tumbuh menjadi kota madani yang inovatif. Dinamika ekonomi global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi membutuhkan inovasi dari seluruh pihak. Oleh sebab itu, masukan dan kritik konstruktif menjadi hal penting bagi kami untuk terus mempercepat akselerasi pembangunan.”

Melalui rencana pengembangan Smart Integrated PJU, BP Batam berupaya memperkuat transformasi infrastruktur menuju konsep Smart City dan Green City. Program tersebut diharapkan dapat menghadirkan sistem penerangan jalan yang lebih efisien, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, investasi, dan pariwisata yang kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses