Lubang menganga di tengah jalan pesisir pantai dan dipinggir jalan, pengemudi hati – hati jangan sampai masuk ke lubang. (Foto Patar Sianipar)
Silabusnews.com, Bintan – Jalan Panca Marga yang yang sepanjang pantauan ini belum ada realisasi untuk perbaikan dari pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, di mana jalannya sudah parah kondisinya berlubang dan bergelombang yang diduga ini akibat kerap dilalui seperti lori molen berisi adukan cor semen, yang kerap melintas beberapa bulan belakangan ini, hal ini disampaikan warga masyarakat sebong pereh yang namanya tidak mau dipublikasikan, Sabtu (29/05/2021) sore
“Kondisi semakin parah sejak molen itu mulai melintas disini, ditambah lagi pada saat akhir tahun lalu memasuki awal tahun, dimana intensitas curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan, sehingga menimbulkan banjir dan mulai menggenangi jalan aspal ini. Jadi kondisi tanah dibawah aspal menjadi lembek dan kendaraan melintas, yang nengakibatkan permukaan jalan menjadi bergelombang, bahkan menjadi berlubang,” sebutnya.
“Saya tidak tahu, apakah jalan ini masuk dalam kategori kelas untuk dilalui lori molen itu atau tidak, dan mohon pihak terkait melakukan penertiban jika memang bukan kelasnya untuk dilalui” lanjutnya.
Postingan dan komentar di media sosial (facebook), juga banyak warganet yang meminta agar pemerintah segera dilakukan perbaikan jalan ini, jangan sampai ada memakan korban baru diperbaiki, dan banyak lagi hal yang disampaikan lewat medsos.
Salah seorang warga Tanjunguban, Benny yang kerap menuju Sungai Kecil, biasanya lintas dari jalan pesisir pantai ini, namun karena kondisi jalan semakin parah tingkat kerusakannya, akhirnya lebih memilih jalur lintas lama.
“Biarlah semakin jauh dan waktunya lebih lama sampai, daripada kendaraan saya jadi rusak dan badan jadi capek mengelakkan lubang,” ujarnya
“Kalau saat pagi atau siang hari, masih jelas tampak dimana lokasi jalan bergelombang dan berlubang, tapi kalau sidah malam hari, sangat sulit untuk mengetahuinya, karena hanya mengandalkan sinar lampu kendaraan” lanjutnya
Benny juga mengatakan kondisi jalan ini ibarat ranjau, kita harus jeli dan cekatan mengemudikan kendaraan, kalau tidak akan terjerat di lubang.
“Mohonlah Pemerintah agar segera memperbaiki kondisi jalan pesisir pantai ini, jangan sampai ada korban jiwa baru sibuk mau memperbaiki,” pungkasnya.
PS**






