Jalur Sempit, Nelayan Sering Tabrakan

Rapat koordinasi nelayan dipimpi  langsung Kepala Desa Kukup, Hadran Ahmad (Foto. Dok Silabusnews.com)

Silabusnews.com, Bintan – Akibat seringnya bertabrakan pompong sama pompong nelayan Desa Kukup kecamatan Tambelan hendak keluar dan masuk ke pelabuhan, dan dikhawartirkan dapat menimbulkan korban jiwa ataupun kerusakan kapal sebagai moda transportasi bagi nelayan untuk mencari nafkah, akhirnya ketua serumpun nelayan Desa Kukup, Supriyadi angkat bicara dalam rapat koordinasi nelayan yang digelar oleh pemerintah Desa Kukup, Selasa (13/04/2021) pagi

Kepàla Desa Kukup Kecamatan Tambelan, Hadràn Ahmàd memimpin ràpat koordinasi nelayan, bersama serumpun nelayan desa Kukup yang bertempat di balai Pertemuan Desa Kukup.

Supriyadi, ketua serumpun nelayan, dalam rapat menyampaikan, bahwa sering terjadi kecelakàan sesama pompong nelayan, dimana tabrakan antara kapal nelayan yang hendak masuk ke pelabuhàn dan kapal pompong yang hendak keluar.

“Pompong yang tidak memiliki senter pun sering menabrak ujung terumbu karang,” ujarnya

“Hal ini diakibatkan alur sungài, keluar masuknya kapal Nelayan sempit, yang mana hanya di perkirakan
Lebarnya 12 meter jika air laut surut,” lanjutnya

Hadran Ahmad sangat mendukung
Sekali Untuk penyelesaikàn masalah jalur yang dilalui kapal pompong ini.

“Semua aparàt terkait harus duduk bersama dalam membahas oermasalahan ini, nanti akan segera di agendakan untuk pertemuan di kantor camat,” jelasnya.

“Dan juga beberapa kepala
Desa, yang ada di kecamàtàn Tambelan untuk duduk bersama membahas
Penyelesaiàn masalah jàlur kapal nelayan ini, pungkasnya.

Laode.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses