14 Hari Sejak Saat Ini, Bintan Ditetapkan Sebagai Tanggap Darurat Bencana Karhutla Dan Kekeringan

Saat Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan sebanyak 317 titik api di 251 Hektare, yang menjadikan Statsenjadikan Bintan menjadi  Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan, Rabu (25/03/2026)

Bintan, Kepri- Pemerintah Kabupaten Bintan menetapkan mulai hari ini hingga 14 hari kedepan, sebagai Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan di Kabupaten Bintan tahun 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan titik api yang cukup signifikan pada awal tahun, dimana ratusan hektar lahan terbakar dalam periode Januari hingga Maret dan diperparah kondisi dua pekan terakhir ini.

Bal ini disampaikan Bupati Bintan Roby Kurniawan saat memimpin Rapat Koordiansi bersama FKPD, jajaran OPD, BMKG, PDAM hingga Camat se-Bintan, Rabu (25/03/2026) di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.

“Berangkat dari semua data yang berasal dari kondisi nyata di lapangan, kita mebetapkan status Tanggap Darurat Bencana terkait karhutla dan kekeringan di Kabupaten Bintan,” ungkapnya

“​Data yang disampaikan pada Rakor tersebut, menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 317 titik api tercatat sepanjang Januari-Maret 2026 dengan luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 251 hektare,” lanjutnya.

“Empat wilayah karhutla terbesar yakni Kecamatan Bintan Timur sebanyak 81 titk api, Kecamatan Toapaya sebanyak 68 titik api, Kecamatan Gunung Kijang tercatat 64 titik api dan Kecamatan Bintan Utara sebanyak 60 titik api.

Tantangan semakin besar jika melihat kondisi dinamika atmosfer terkini ditambah prediksi curah hujan dan prospek cuaca yang terus dipantau oleh BMKG. Bintan memiliki kerawanan tinggi karena luasnya lahan yang sebagian besarnya gambut serta faktor perubahan iklim.

Suasana Rapat Koordiansi bersama FKPD, jajaran OPD, BMKG, PDAM hingga para Camat se-Bintan, di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Rabu (25/03/2026)

“Semua pihak untuk mengedepankan upaya pencegahan. Menurutnya, ada indikasi tangan nakal, dalam karhutla yang terjadi belakangan ini cukup kuat” tegasnya.

“Siapa saja yang melihat atau mengetahui tindakan pembakaran, jangan ragu dan takut untuk segera melaporkan. Ini tanggung jawab kita bersama dan memerlukan kerja sama kita semua,” lanjutnya .

Terkait kekeringan yang melanda hampir di seluruh Kecamatan, PDAM Tirta Kepri yang mengelola 4 waduk di lokasi yang berbeda melaporkan kekeringan yang cukup ekstrem. Pihaknya masih berusaha untuk melakukan pembukaan tali air guna mengisi waduk yang menjadi sumber baku SPAM.

“Lewat penetapan status Tanggap Darurat, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama seluruh instansi terkait akan melalukan tindakan-tindakan strategis baik mengenai karhutla maupun kekeringan,” pungkasnya.

Patar Sianipar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses